TIPS SEPUTAR JENGKOL
DAN OLAHANNYA DIJAMIN TANPA BAU
DAN OLAHANNYA DIJAMIN TANPA BAU
Siapa yang tak mengenal buah yang satu ini??? jJka Anda penikmat makanan tradisional, pasti mengenal benda yang berbentuk bulat gepeng, kulit tipis kecoklatan, berbau ,dan banyak dikonsumsi orang. Ya benar “ Jengkol.” atau Jering atau Pithecollobium Jiringa atau Pithecollobium Labatum adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara, Indonesia, khususnya Jawa Barat, Malaysia, Thailand . Kurang lebih konsumsi buah yang satu ini di wilayah Jawa Barat sekitar 100 ton.
Tanaman jengkol tingginya mencapai (10-26 ) meter. Buahnya berupa polong berbentuk gepeng, warna buahnya lembayung tua, bentuk polong yang tua menjadi cembung .
Tanaman jengkol tingginya mencapai (10-26 ) meter. Buahnya berupa polong berbentuk gepeng, warna buahnya lembayung tua, bentuk polong yang tua menjadi cembung .
Kehebohan jengkol yang bisa membuat orang jadi tidak menyukainya, terutama pada pemasakan dan setelah diproses oleh pencernaan, yaitu : menimbulkan bau yang tak sedap dan sangat menyengat. Penyebab bau tersebut bersumber dari kandungan asam-asam amino dalam biji jengkol. Asam-asam amino tersebut didominasi asam amino yang mengandung unsur Sulfur (belerang), sehingga saat terdegradasinya asam amino atau terpecah-pecah menjadi komponen yang lebih kecil, akan menghasilkan senyawa-senyawa atsiri (flavor) yang sangat bau, dimana salah satu gas yang terbentuk adalah gas H2S yang terkenal sangat bau (seperti bau kentut), bau ini cukup mengganggu apalagi bagi orang yang tidak menikmati jengkol, Apalagi dengan air seni yang dikeluarkannya. Jika pemakan jengkol ini buang air di WC dan kurang sempurna membilasnya, maka WC akan bau tidak enak dan mengganggu ketenangan orang lain. Berbeda dengan penikmat jengkol walau bau tetap menikmati kelezatannya.
Mekanisme jengkoleun (jengkolan)
Efek yang ditakuti orang disebut dengan istilah jengkolan atau jengkoleun. Mengapa itakuti dan sampai bisa jengkoleun???? Saat dicerna jengkol akan menyisakan zat yang disebut asam jengkolat (jencolid acid) yang dibuang ke ginjal yang sifatnya sulit larut dalam air, akhirnya mengendap dalam ginjal, membentuk kristal padat sehingga sulit buang air seni. Jika pH darah kita netral (sekitar pH 7), maka asam jengkolat aman-aman saja. Tetapi jika pH darah kita cenderung asam (pH kurang dari 7), maka asam jengkolat membentuk kristal tak larut dalam air, ini yang membahayakan.
Risiko terkena jengkolan tidak tergantung jumlahnya jengkol yang dikonsumsi, tetapi tergantung pada kerentanan tubuh seseorang. Orang yang rentan, mengonsumsi sedikit jengkol saja dapat menyebabkan terjadinya jengkolan. Adapun yang memengaruhi kerentanan seseorang, terhadap asam jengkolat diduga faktor genetik dan lingkungan.
Risiko terkena jengkolan tidak tergantung jumlahnya jengkol yang dikonsumsi, tetapi tergantung pada kerentanan tubuh seseorang. Orang yang rentan, mengonsumsi sedikit jengkol saja dapat menyebabkan terjadinya jengkolan. Adapun yang memengaruhi kerentanan seseorang, terhadap asam jengkolat diduga faktor genetik dan lingkungan.
Endapan asam jengkolat membentuk kristal berujung runcing yang bisa melukai pembuluh darah di ginjal dan saluran kencing, sehingga sulit buang air kecil
Gejala keracunan jengkol (jengkolan) antara lain sebagai berikut:
1. Merasakan nyeri perut
2. Mual-muntah
3. Susah buang air kecil atau disebut juga 'anyang- anyangan'.
4. Pada tingkatan yang lebih parah, volume air kencing yang dikeluarkan berkurang
Gejala keracunan jengkol (jengkolan) antara lain sebagai berikut:
1. Merasakan nyeri perut
2. Mual-muntah
3. Susah buang air kecil atau disebut juga 'anyang- anyangan'.
4. Pada tingkatan yang lebih parah, volume air kencing yang dikeluarkan berkurang
KANDUNGAN GIZI JENGKOL
Jengkol, disamping mengeluarkan aroma yang tidak sedap dan penyebab keracuan, yang membuat banyak orang menganggap makanan kelas bawah dan terkadang orang pun malu mengakui jika memakannya, ternyata mempunyai nilai gizi yang cukup kaya.
Hasil dari beberapa penelitian , Zat gizi pada jengkol antara lain :
Jengkol, disamping mengeluarkan aroma yang tidak sedap dan penyebab keracuan, yang membuat banyak orang menganggap makanan kelas bawah dan terkadang orang pun malu mengakui jika memakannya, ternyata mempunyai nilai gizi yang cukup kaya.
Hasil dari beberapa penelitian , Zat gizi pada jengkol antara lain :
- karbohidrat,
- protein,
- vitamin A, B, dan C,
- Anorganik (zat besi, fosfor, kalsium)
- Metabolit sekunder :
(alkaloid, minyak atsiri, steroid, glikosida, tanin, dan saponin)
Kandungan zat gizi pada setiap 100 gram jengkol :
Protein (g) | Karbohidrat (g) | Energi (kkal) | Vit A (SI) | Vit B mg | Vit C mg | Fosfor (mg) | Calsium (mg) | Zat besi (mg) |
23,30 | 20,70 | 133 | 244 | 0,7 | 80 | 166,7 | 140 | 4,7 |
- Obat anemia karena mengandung zat besi
- Pertumbuhan tulang dan gigi
- Sebagai zat pembangun
- Menyimpan dan mengeluarkan energy
- Mengatur proses biologis dalam tubuh
Setelah mengetahui kandungan gizi dan manfaat yang terdapat pada jengkol , Apakah Anda tidak mau mencoba sebagai penikmat kelezatan jengkol???
TIPS MENGURANGI BAU DAN ASAM JENGKOLAT
Bau jengkol dapat dikurangi, belum bisa dihilangkan sama sekali. Teknik untuk mengurangi bau dan asam jengkolat melalui proses perendaman dan perebusan.. Adapun pada proses perendaman dan perebusannya menggunakan bahan-bahan penyerap racun dan bau. MAUUUU TAUUU…………!!?
TIPS MENGURANGI BAU DAN ASAM JENGKOLAT PADA JENGKOL :
1. PEREBUSAN PERTAMA DAN PERENDAMAN DENGAN ARANG AKTIF ATAU ARANG BATOK
2. PERBUSAN KEDUA DENGAN DAUN MELINJO, DAUN SALAM, DAN DAUN SEREH
3. PEREBUSAN KETIGA DENGAN ASAM CUKA DAN KULIT BAWANG MERAH DAN BAWANG PUTIH
JENGKOL YANG DIHASILKAN EMPUK DAN TIDAK BERBAU SERTA ASAM JENGKOLAT BERKURANG SEHINGGA TERHINDAR DARI KERACUNAN JENGKOL. JENGKOL YANG SUDAH DIPROSES INI SIAP UNTUK DIOLAH SELANJUTNYA SEPERTI : SEMUR JENGKOL, GULAI JENGKOL, ATAU RENDANG JENGKOL DENGAN SENSASI RASA YANG SEMAKIN MENGGODA, DITANGGUNG BAU MULUT YANG TIDAK SEDAP HILANG, AIR URIN TIDAK BERBAU YANG TIDAK SEDAP, YANG LEBIH PENTING PENCERNAAN AMAN TERKENDALI. SILAHKAN MENCOBA
PROSES UNTUK MENDAPATKAN JENGKOL TANPA BAU YANG TIDAK SEDAP DAN AMAN DIKONSUMSI
- JENGKOL DICUCI BERSIH
- DIREBUS DENGAN ARANG BATOK/ABU GOSOK SELAMA 45 MENIT, AKAN DIHASILKAN WARNA YANG PEKAT ABU2 HITAM SEPERTI SUSU (ZAT-ZAT RACUN TERIKAT DALAM ARANG, AIR SARINGANNYA DIBUANG (LAKUKAN 2X PEREBUSAN) (SETIAP PEREBUSAN 45 MENIT)
- PEREBUSAN SELANJUTNYA MENGGUNAKAN DAUN MELINJO, DAUN SALAM, SEREH SERTA DITAMBAH 2 SENDOK MAKAN ASAM CUKA. AIR SARINGANNYA DIBUANG
- PERBUSAN TERAKHIR DENGAN KULIT BAWANG MERAH DAN PUTIH UNTUK MENDAPATKAN AROMA YANG LEBIH WANGI. AIR SARINGANNYA DIBUANG, JENGKOL SIAP UNTUK DIOLAH MENJADI HIDANGAN YANG MELEZATKAN DAN RASANYA EHMMMM
RESEP PEMBUATAN RENDANG JENGKOL
(DARI JENGKOL YANG TELAH MELALUI PROSES PEREBUSAN DAN PERENDAMAN DENGAN ARANG, DAUN MELINJO, DAUN SALAM, SEREH, CUKA MAKAN, KULIT BAWANG MERAH DAN PUTIH)
Bahan :
n 1 kg jengkol tua/ranum
Bahan Perebusan jengkol :
n Arang batok
n Daun melinjo
n Daun salam
n Daun sereh
n Cuka makan 2 sendok makan
n Kulit bawang merah
n Kulit bawang putih
Bumbu :
n 15 bawang merah kecil (atau 7 yang besar)
n 8 bawang putih besar
n 5 butir kemiri
n 1 sdt ketumbar
n Satu ruas jahe
n Satu ruas kunyit
n 1 sdt lada
n Cabe merah (sesuai selera)
n Garam secukupnya
Semua bumbu dihaluskan
Bumbu tambahan :
n Daun jeruk 2 lemabar
n Daun salam 2 lembar
n Lengkuas dimemarkan
n Serah 3 batang
n 2 butir kelapa diparut diambil santannya
Cara Memasak :
n Rebus jengkol dengan bahan perebusan beberapa kali sampai diperoleh air rebusan jernih (SEKALI PEREBUSAN 45 MENIT)
n Setelah matang, kuliti dan geprek menjadi gepeng, sisihkan
n Tumis bumbu yang dihaluskan, ditambahkan bumbu tamabahannya, sampai harum
n Masukkan santan, aduk sampai mendidih dan keluar minyaknya
n Masukkan jengkol yang sudah digeprek
n Masak sampai mengental, matang, dan agak kering (sesuai selera)




waduhh...itu rendang manteb banget buat lunch, krn dah gak ada baunya gak bikin risih or rusuh deh dikantor kerjaan
BalasHapusmemang mantab......
Hapussudah terbukti nda bau lho....
BalasHapusKynya enak tuh
BalasHapus