Minggu, 29 Januari 2012

TIPS JITU MEMILIH & KONSUMSI PANGAN BEBAS FORMALIN

PILIHLAH PANGAN YANG BEBAS FORMALIN
Sebenarnya tidak semua pangan yang beredar mengandung formalin, namun kita sebagai konsumen wajib berhati – hati dalam memilih pangan yang bebas formalin, MENGAPA DEMIKIAN????? Mari kita kaji bersama – sama!!!!
  
APA SEBENARNYA FORMALIN ITU?????
Formalin merupakan larutan yang tidak berwarna dan baunya sangat menyengat. Larutan formalin adalah larutan yang terkandung 37 % formaldehid dalam air, yang terkadang ditambahkan metanol sampai 15 % fungsinya sebagai pengawet. Formalin banyak digunakan untuk desinfektan peralatan rumah tangga, pengawet mayat, dan sebagai bahan perekat kayu lapis. Formalin sangat dilarang keras digunakan untuk pengawet makanan.

 APA SAJA BAHAYANYA FORMALIN BAGI KESEHATAN KITA????

Formalin berbahaya jika terhirup, tertelan, atau mengenai kulit secara langsung. Adapun akibat yang ditimbulkannya dapat berupa :
Ø   Luka bakar pada kulit
Ø  Reaksi alergi
Ø   Bahaya kanker pada manusia
Ø  .Iiritasi pada saluran pernafasan

Jenis Bahaya formalin ada 2 yaitu : bahaya akut dan bahaya kronis

Bahaya akut formalin :
Jika formalin sampai tertelan, maka akan mengakibatkan :
Ø  mulut, tenggorokan, dan perut terasa terbakar
Ø  mual, muntah, dan diare
Ø  sakit  saat menelan
Ø  sakit kepala
Ø  tekanan darah rendah
Ø  kerusakan pada hati, pancreas, jantung, otak, limpa, system susunan syaraf pusat, dan ginjal
Ø  kejang, tidak sadar kan diri bahkan sampai koma

Bahaya kronis formalin :
Jika seseorang mengkonsumsi makanan atau pangan yang mengandung formalin secara rutin dan dalam jangka waktu yang lama, maka dapat menyebabkan penyakit kanker.

  Beberapa jenis pangan yang beredar dipasaran ditemukan menggunakan bahan pengawet formalin. Pangan-pangan tersebut diantaranya : tahu, ikan asin, baso, mie basah, ayam, ikan segar hasil laut, dan lainnya.  Dalam hal ini konsumen harus berhati-hati dan selektif dalam memilih produk pangan tersebut apakah mengandung formalin atau tidak, dengan cara tidak perlu segan-segan bertanya langsung kepada penjual makanan. Nah, untuk itu konsumen dituntut mengetahui ciri-ciri (sifat) produk pangan yang berformalin.

Bagaimana  mengidentifikasi produk pangan yang beredar mengandung formalin????
Identifikasi formalin secara kualitatif dan kuantitatif dalam produk pangan memang akurat apabila di lakukan uji laboratorium. Namun, kita dapat melihat beberapa ciri pangan yang berformalin, sehingga k dapat membendakan dengan produk pangan tanpa formalin sebagai berikut :

Ciri – ciri Tahu Berformalin :
Ø  tahu kenyal namun tidak padat dan keras
Ø  tahu tidak rusak sampai 2 hari pada suhu kamar (25oC)
Ø  tahu tidak rusak dan dapat bertahan selama 15 hari pada suhu lemari es (10oC)
Ø  bau tahu agak menyengat bau formalin
  
Ciri-ciri ikan asin yang berformalin :
Ø  ikan asin bersih cerah dan tidak berbau ikan asin
Ø  ikan asin tidak dihinggapi lalat
Ø  ikan asin tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar (25oC)
  
Ciri – ciri mie basah yang berformalin :
Ø  Mie basah berbau menyengat formalin
Ø  Mie basah tidak lengket dan tampak lebih mengkilap dibandingkan mie basah tanpa formalin (normal)
Ø  Mie basah tidak rusak sampai 2 hari pada suhu kamar (25oC)
Ø  Mie basah bertahan dan tidak rusak lebih selama 15 hari pada suhu lemari es (10oC)

Ciri – ciri ayam berformalin :
Ø  Teksur ayam kencang dan tampak mengkilap
Ø  Bau ayam agak menyengat bau formalin
Ø  Ayam tidak rusak selama 2 hari pada suhu kamar (25oC)
  
Ciri- ciri ikan segar atau hasil laut yang berformalin :
Ø  Warna insang ikan merah tua (bukan merah segar) dan tidak cemerlang
Ø  Warna daging ikan putih bersih
Ø  Ikan tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar (25oC)

Ciri- ciri Baso yang berformalin :
Ø  Tekstur baso sangat kenyal
Ø  Bau baso agak menyengat bau khas formalin
Ø  Ikan tidak rusak sampai 5 hari pada suhu kamar (25oC)